Media for Integrity Dorong Komitmen Individu dan Institusi untuk Berintegritas
Pemred TIMES Indonesia Yatimul Ainun.

Media for Integrity Dorong Komitmen Individu dan Institusi untuk Berintegritas

Gerakan Media for Integrity mulai diperkenalkan sebagai ruang kolaborasi media untuk mendorong budaya integritas di Indonesia.

TIMES Tanah Abang,Kamis 20 Agustus 2026, 16:20 WIB
14.7K
Y
Yatimul Ainun

MALANGGerakan Media for Integrity mulai diperkenalkan sebagai ruang kolaborasi media untuk mendorong budaya integritas di Indonesia. Gerakan ini ditandai dengan logo berupa perisai biru dan tanda centang, yang membawa pesan perlindungan terhadap kepercayaan publik sekaligus keberanian untuk memilih dan menjalankan yang benar.

Pemred TIMES Indonesia Yatimul Ainun mengatakan, Media for Integrity berangkat dari kesadaran bahwa membangun Indonesia Berintegritas tidak cukup hanya melalui regulasi, penindakan, slogan, atau deklarasi. Integritas harus tumbuh menjadi kebiasaan yang hidup dalam diri seseorang, kemudian berkembang menjadi budaya organisasi dan institusi.

“Media mempunyai kekuatan besar untuk menularkan nilai. Karena itu media tidak cukup hanya memberitakan kasus ketika integritas dilanggar. Media juga perlu terus mengedukasi, mengingatkan, mempertemukan, mengawal, dan menceritakan praktik integritas kepada masyarakat,” katanya, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, filosofi tersebut dituangkan dalam identitas visual Media for Integrity. Bentuk perisai menggambarkan perlunya menjaga ruang publik, kepercayaan masyarakat, kebenaran informasi, dan kepentingan bersama. Sementara tanda centang menjadi simbol pilihan sadar untuk melakukan hal yang benar sekaligus komitmen terhadap akuntabilitas.

Warna biru pada logo juga membawa pesan kepercayaan, profesionalitas, dan ketenangan. Identitas itu sengaja dibuat sederhana agar dapat menjadi simbol bersama yang mudah dikenali oleh publik maupun media yang ingin mengambil bagian dalam gerakan Indonesia Berintegritas.

“Logo ini bukan tanda bahwa sebuah media paling bersih atau paling berintegritas. Bukan itu. Ini adalah simbol komitmen bahwa media tersebut bersedia mengambil bagian dalam ikhtiar membangun budaya integritas,” jelas Ainun.

Karena itu, logo Media for Integrity nantinya dapat dipasang pada media atau kanal yang menyatakan dukungan terhadap gerakan tersebut. Pemasangan logo bukan sertifikasi dan tidak memberikan predikat tertentu kepada media bersangkutan.

Menurut Ainun, makna terpenting justru terdapat pada kesediaan untuk berkomitmen. Media yang memasangnya diharapkan menjaga independensi jurnalistik, memproduksi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, tetap kritis terhadap penyimpangan, sekaligus memberi ruang lebih besar bagi edukasi dan praktik baik.

Semangat serupa diterapkan kepada masyarakat melalui Personal Integrity Commitment dan kepada organisasi melalui Institutional Integrity Commitment.

Personal Integrity Commitment menjadi deklarasi mandiri seseorang untuk menjunjung kejujuran, tanggung jawab, amanah, menghormati hak orang lain, dan tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Sementara Institutional Integrity Commitment merupakan pernyataan terbuka suatu lembaga untuk membangun tata kelola yang jujur, transparan, akuntabel, melayani, mencegah penyalahgunaan kewenangan, serta terus melakukan evaluasi dan perbaikan.

Ainun menekankan keduanya sengaja disebut commitment, bukan sertifikat integritas.

“Tidak ada selembar kertas yang otomatis membuat seseorang berintegritas. Begitu juga institusi. Ini adalah self declare. Kita berani mengatakan: saya berkomitmen. Setelah itu, komitmen tersebut harus dibuktikan melalui tindakan,” tegasnya.

Konsep itu dinilai penting karena perubahan budaya membutuhkan keberanian memulai. Individu yang mendeklarasikan komitmennya pada dasarnya sedang membuat janji kepada dirinya sendiri. Sedangkan institusi yang menyatakan komitmen sedang membuka dirinya untuk terus dinilai melalui tata kelola dan kualitas pelayanannya.

Gerakan tersebut membawa tagline “Berintegritas Dimulai dari Kita Sendiri.” Pesan itu menempatkan integritas bukan pertama-tama sebagai tuntutan kepada orang lain, melainkan keputusan personal sebelum berkembang menjadi budaya kelembagaan.

Dalam tahap selanjutnya, Media for Integrity diarahkan menjadi ruang bersama yang memuat deklarasi individu dan institusi, cerita integritas, praktik baik, edukasi publik hingga jaringan lembaga yang mempunyai komitmen serupa.

Ketua AMSI Jatim ini berharap simbol Media for Integrity pada akhirnya tidak berhenti menjadi logo yang dipasang pada sebuah halaman media.

“Kalau hanya dipasang, lalu perilakunya tidak berubah, ia kehilangan maknanya. Logo ini harus menjadi pengingat bahwa media mempunyai tanggung jawab besar menjaga kepercayaan publik,” katanya.

Menurut dia, perjalanan menuju Indonesia Berintegritas memang panjang. Namun budaya selalu dimulai dari nilai yang terus diulang dan ditularkan.

“Ketika individu berani berkomitmen, institusi berani berkomitmen, dan media ikut menjaga serta menularkannya, kita sedang membangun ekosistem. Dari situlah Indonesia Berintegritas bisa bertumbuh,” ujar Ainun. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yatimul Ainun
|
Editor:Yatimul Ainun

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tanah Abang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.